Abu Rayhan Al-Biruni
Ahli pertanian memahami bahwa bagian terpenting dari setiap pohon tanaman adalah akarnya. Bila akar pohon tanaman rusak maka tiadalah gunanya kita merawat tanaman itu sebab ia akan tetap binas.
Mirip dengan tanaman, kehidupan juga memiliki akar yakni keta’atan kepada Allah SWT dengan cara mengamalkan agama menurut tuntunan baginda Nabi Muhammad SAW.
Hari ini kita menyaksikan pohon kehidupan manusia rusak, yakni ketaatan kepada Alah rusak karena lemahnya manusia mengamalkan agama Allah SWT. Oleh karena itu meskipun ilmu pengetahuan dan teknologi, perekonomian, pertanian, politik, budaya, dan kedokteran maju pesat tetap saja manusia mengalami penderitaan fisik dan batin di dunia ini dan terlebih lagi nanti di akhirat.
Hari ini bukan hanya orang kafir yang mengabaikan agama tetapi orang muslim sendiri telah melecehkan agamanya. Hari ini dikabarkan bahwa tidak lebih 12 % kaum muslim yang menegakkan shalat, kurang lebih 6 % kaum muslim dari yang wajib zakat yang mengeluarkan zakat.
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S.16:97)
Tidakkah kamu berfikir, tidakkah kamu berakal ? Demikianlah kita sering baca dalam al qur`an tentang pentingnya berfikir itu. Dalam istilah lain berfikir sama dengan logika. Di sini kita diajak untuk berfikir runtut untuk mencapai kebenaran. Blog ini dibuat bagi mereka yang membutuhkan pencerahan dalam berfikir untuk meraih kejernihan fikiran dalam memandang hidup ini dengan cara berbeda.
Selasa, 15 Februari 2011
Proyek
Apa yang akan anda lakukan bila diperintahkan oleh pemerintah untuk melakukan sebuah proyek pembanggunan jembatan ? Tentu anda merasa senang, bukan? Karena anda yakin bahwa pemerintah tidak akan membiarkan anda bekerja sendiri tanpa perlindungan dan bantuannya. Ya, benar pemerintah akan menyediakan semua fasilitas yang anda butuhkan dalam rangka membangun jembatan itu. Anda akan mendapatkan dana yang besar, peralatan, dan orang orang yang cukup banyak dipandang layak membantu anda di dalam membantu pembangunan jembatan itu. Oleh karena semakin besar tantangan medan pembangunan akan ditempuh semakin besar pula perhatian pemerintah terhadap anda.
Kini bukan pemerintah yang menawarkan proyek, tetapi Penguasa dari seluruh pemerintah negara di dunia ini yang menawakan proyek kepada anda, yakni Allah SWT. Dia menawarkan proyek perdagangan kepada kita yang akan menyelematkan kita dari musibah dan kerugian paling dahsyat yakni bebas dari siksa api negara dan masuk ke dalam sirga Nya. Sebagaimana Allah
SWT berfirman : Sukakah anda AKU tunjukkan sebuah proyek np bisnis yang dapat membabaskaan kamu dari azab neraka,? Anda beriman kepada Allah dan Rasul Nya,berjihad di jalan Nya dengan harta dan dirimu.
Tentu kita yakin bahwa Allah SWT, akan menurunkan bantuan dan perlindungan Nya ketika kita menerima proyek besar ini. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Allah adalah Pemilik kerajaan atas langit dan bumi berserta apa yang ada diantara keduanya.
Sekarang apakah kita dengan ridho mau menerima tawaran proyek tersebut atau tidak?
Kini bukan pemerintah yang menawarkan proyek, tetapi Penguasa dari seluruh pemerintah negara di dunia ini yang menawakan proyek kepada anda, yakni Allah SWT. Dia menawarkan proyek perdagangan kepada kita yang akan menyelematkan kita dari musibah dan kerugian paling dahsyat yakni bebas dari siksa api negara dan masuk ke dalam sirga Nya. Sebagaimana Allah
SWT berfirman : Sukakah anda AKU tunjukkan sebuah proyek np bisnis yang dapat membabaskaan kamu dari azab neraka,? Anda beriman kepada Allah dan Rasul Nya,berjihad di jalan Nya dengan harta dan dirimu.
Tentu kita yakin bahwa Allah SWT, akan menurunkan bantuan dan perlindungan Nya ketika kita menerima proyek besar ini. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Allah adalah Pemilik kerajaan atas langit dan bumi berserta apa yang ada diantara keduanya.
Sekarang apakah kita dengan ridho mau menerima tawaran proyek tersebut atau tidak?
Mengenal dan Berhubungan Baik
Beberapa waktu lalu saya pulang dari kantor dengan berkenderaan motor sekitar pukul 16.00 sore. Waktu itu hujan sedang turun dan saya tidak membawa baju hujan. Jadi saya berhenti di depan ruko salah satu kenalan saya. Ada beberapa orang yang juga berhenti untuk bernaungg di situ. Tidak beberapa lama kemudian tuan rumah melihat saya. Dia langsung memanggil saya masuk ke dalam rumahnya. Sayapun masuk untuk melaksanakan shalat Ashar. Lalu duduk sejenak istirahat sambil menunggu hujan reda. Sementara saya istirahat tuan rumah menyediakan saya kue kue dan secangkir the hangat. Saya berfikir mengapa tuan rumah memanggil saya ke dalam rumahnya dan menyuguhkan saya hidangan setelah shalat?
Salah satu jawaban saya ketahui karena saya mengenal tuan rumah dan dia pun mengenal saya. Bahkan saya memiliki hubungan baik dengan dia. Dia adalah adalah salah satu ikhwan dalam pergerakan da’wah Islam.
Demikianlah halnya kalau kita kenal baik dan memiliki hubungan baik dengan seseorang, kita akan mendapatkan bantuan dan kemudahan ketika kita membutuhkan bantuan darinya.
Sekarang kebutuhan apa yang lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan memperoleh keselamatan dan kesenangan di akhirat nanti? Di sanalah sesungguhnya hakikat kesengsaraan bagi orang yang tidak selamat dan hakikat kenikmatan bagi orang yang selamat.
Alangkah beruntungnya orang yang kenal baik dan memiliki hubungan dekat dengan Allah SWT. yang hanya Dia pemilik dan Penguasa Tunggal negeri akhirat. Apakah kita telah kenal dan memliki hubungan baik dengan Nya?
Salah satu jawaban saya ketahui karena saya mengenal tuan rumah dan dia pun mengenal saya. Bahkan saya memiliki hubungan baik dengan dia. Dia adalah adalah salah satu ikhwan dalam pergerakan da’wah Islam.
Demikianlah halnya kalau kita kenal baik dan memiliki hubungan baik dengan seseorang, kita akan mendapatkan bantuan dan kemudahan ketika kita membutuhkan bantuan darinya.
Sekarang kebutuhan apa yang lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan memperoleh keselamatan dan kesenangan di akhirat nanti? Di sanalah sesungguhnya hakikat kesengsaraan bagi orang yang tidak selamat dan hakikat kenikmatan bagi orang yang selamat.
Alangkah beruntungnya orang yang kenal baik dan memiliki hubungan dekat dengan Allah SWT. yang hanya Dia pemilik dan Penguasa Tunggal negeri akhirat. Apakah kita telah kenal dan memliki hubungan baik dengan Nya?
Memenuhi Panggilan
Jika seorang hamba sahaya dipanggil menghadap oleh tuannya, maka dia harus segera datang memenuhi panggilan itu. Suka atau tidak suka dia wajib memenuhi kehendak tuannya karena dia adalah hamba sahaya. Dia dipandang sebagai orang yang tidak taat manakala dia tidak memenuhi panggilan itu. Dia akan mendapat hukuman bila tidak memenuhi panggilan itu dan sebaliknya dia akan mendapat hadiah manakala dia memenuhinya.
Lebih lebih lagi bila hamba sahaya memahami bahwa tuannya itu adalah orang yang suka memberi hadiah menarik manakala panggilannya dipenuni. Demikian pula dia mengetahui bahwa tuannya itu sangat sayang kepadanya, oleh karena tidak ada alasan untuk tidak memenuhi panggilan itu.
Kita ini manusia adalah ciptaan dan sekaligus hamba dari Allah yang Maha Penyayang. Dialah Allah SWT dengan kasih sayangnya telah menyediakan segala kebutuhan hidup kita. Dialah Allah SWT telah menundukkan lagi dan bumi beserta apa yang ada di dalamnya untuk manusia.
Itulah Allah yang Maha Perkasa Tuhan seluruh makhluk di alam raya ini yang senantiasa memanggil kita dengan penuh cinta kasih agar kita mau mendekat kepada Nya, agar kita mau minta segala keperluan kita kepada Nya, dan agar kita mau menjauhi rayuan syetan dan nafsu yang menjerumuskan kita ke dalam kebinasaan selama lamanaya.
Betapa beruntungnya orang orang yang berakal sehat, yaitu orang yang dengan tulus ikhlas memenuhi panggilan cinta Allah SWT.
Lebih lebih lagi bila hamba sahaya memahami bahwa tuannya itu adalah orang yang suka memberi hadiah menarik manakala panggilannya dipenuni. Demikian pula dia mengetahui bahwa tuannya itu sangat sayang kepadanya, oleh karena tidak ada alasan untuk tidak memenuhi panggilan itu.
Kita ini manusia adalah ciptaan dan sekaligus hamba dari Allah yang Maha Penyayang. Dialah Allah SWT dengan kasih sayangnya telah menyediakan segala kebutuhan hidup kita. Dialah Allah SWT telah menundukkan lagi dan bumi beserta apa yang ada di dalamnya untuk manusia.
Itulah Allah yang Maha Perkasa Tuhan seluruh makhluk di alam raya ini yang senantiasa memanggil kita dengan penuh cinta kasih agar kita mau mendekat kepada Nya, agar kita mau minta segala keperluan kita kepada Nya, dan agar kita mau menjauhi rayuan syetan dan nafsu yang menjerumuskan kita ke dalam kebinasaan selama lamanaya.
Betapa beruntungnya orang orang yang berakal sehat, yaitu orang yang dengan tulus ikhlas memenuhi panggilan cinta Allah SWT.
Bila Saya Sakit
Beberapa kali saya mengalami yang namanya sakit. Sering-sering kalau saya sakit saya pergi ke dokter untuk berobat. Demikian pula selanjutnya ketika anak saya sakit maka biasanya segera istri saya membawa anak saya ke puskesmas atau rumah sakit untuk berobat kepada dokter.
Apa yang saya lakukan nyatanya dilakukan pula oleh hampir seluruh manusia di dunia bilamana mereka sakit. Saya yakin andapun akan melakukan itu bilamana mengalami sakit.
Saya dan anda lakukan itu karena kita mengenal dan percaya kepada dokter bahwa ia sanggup mengobati kita.
Sama halnya bila kita mengenal dan yakin bahwa Allah SWT sanggup menyelesaikan seluruh masalah kita maka setipa kali kita menjumpai masalah maka kita akan adukan masalah itu kepada Allah SWT. Sebagaimana halnya apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Nabi Ibrahim :
: (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,
dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
Apa yang saya lakukan nyatanya dilakukan pula oleh hampir seluruh manusia di dunia bilamana mereka sakit. Saya yakin andapun akan melakukan itu bilamana mengalami sakit.
Saya dan anda lakukan itu karena kita mengenal dan percaya kepada dokter bahwa ia sanggup mengobati kita.
Sama halnya bila kita mengenal dan yakin bahwa Allah SWT sanggup menyelesaikan seluruh masalah kita maka setipa kali kita menjumpai masalah maka kita akan adukan masalah itu kepada Allah SWT. Sebagaimana halnya apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Nabi Ibrahim :
: (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,
dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
Ketika Telpon dari Presiden tak Kenal Tunda
Telepon dari Presiden SBY memang sakti. Tak mengenal tunda. Kesaktian telepon orang nomor 1 di Indonesia tersebut terjadi saat pelantikan bupati dan wakil bupati Wonogiri terpilih, Danar Rahmanto dan Yudi Handoko, Senin, 1 November 2010. Gubernur Jateng Bibit Waluyo yang sedang memberikan sambutan resmi di atas panggung tak “berkutik”.
“Mohon maaf, Pak Presiden menelpon,” kata Bibit Waluyo kelabakan di tengah asyiknya memberikan asyiknya memberikan wejangan untuk bupati baru.
Beberapa kali terdengar mantan panglima Kodam IV Diponegoro tersebut mengucapkan kata ya dan siap.
Telopon yang tidak kenal tunda itu, idealnya telopen itu kenal tunda, Apalagi, di tengah proses pelantikan pejabat negara.
Setelah menutup telpon Pak Gubernur kembali ke atas podium kemudian mengatakan “maaf, tadi yang nelepon yang punya negara. Jadi, tidak bisa ditunda. Kalau dari yang lain bisa saya tunda untuk acara ini. Karena yang menelpon presiden, acara ini yang saya tunda,” kata Bibit yang disambut tawa seribuan tamu undangan.
Mari kita renungkan bagaimanakah sikap sehari-hari ketika sedang melakukan sesuatu tiba-tiba datang panggilan dari Yang Maha Raja, Yang Memiliki seluruh semesta alam, termasuk nyawa yang bersemayam di dalam tubuh ini yang ciptaan_Nya juga. Apakah juga kita akan menunda pekerjaan kita sementara demi untuk menerima panggilan Allah SWT yang amat seharusnya tidak bisa ditunda lagi? Nyatanya sering kita menunda menjawab panggilan Allah SWT demi meneruskan dulu pekerjaan kita. Sementara itu pekerjaan kita itu akan sia-sia pula sekiranya Allah Yang Maha Gaib berkehendak menggagalkan pekerjaan itu.
Oleh karena itu masihkah kita menunda waktu shalat ketika suara adzan dikumandangkan?
“Mohon maaf, Pak Presiden menelpon,” kata Bibit Waluyo kelabakan di tengah asyiknya memberikan asyiknya memberikan wejangan untuk bupati baru.
Beberapa kali terdengar mantan panglima Kodam IV Diponegoro tersebut mengucapkan kata ya dan siap.
Telopon yang tidak kenal tunda itu, idealnya telopen itu kenal tunda, Apalagi, di tengah proses pelantikan pejabat negara.
Setelah menutup telpon Pak Gubernur kembali ke atas podium kemudian mengatakan “maaf, tadi yang nelepon yang punya negara. Jadi, tidak bisa ditunda. Kalau dari yang lain bisa saya tunda untuk acara ini. Karena yang menelpon presiden, acara ini yang saya tunda,” kata Bibit yang disambut tawa seribuan tamu undangan.
Mari kita renungkan bagaimanakah sikap sehari-hari ketika sedang melakukan sesuatu tiba-tiba datang panggilan dari Yang Maha Raja, Yang Memiliki seluruh semesta alam, termasuk nyawa yang bersemayam di dalam tubuh ini yang ciptaan_Nya juga. Apakah juga kita akan menunda pekerjaan kita sementara demi untuk menerima panggilan Allah SWT yang amat seharusnya tidak bisa ditunda lagi? Nyatanya sering kita menunda menjawab panggilan Allah SWT demi meneruskan dulu pekerjaan kita. Sementara itu pekerjaan kita itu akan sia-sia pula sekiranya Allah Yang Maha Gaib berkehendak menggagalkan pekerjaan itu.
Oleh karena itu masihkah kita menunda waktu shalat ketika suara adzan dikumandangkan?
Menjamu Orang Penting
Di dalam kehidupan sosial, kita sering kedatangan orang-orang yang dianggap penting. Ketika orang tersebut datang maka kita berusaha menyenangkan hatinya, memuliakannya, dan meraih perkenaannya. Adapun caranya antaralain kita pelajari kesukaan dan pantangannya. Kita usahakan penuhi kesukaannya dan menjauhi pantangannya. Kita siapkan kue barongko, bersihkan dan perindah tempat kita, dan rapikan semua yang ada dalam ruangan sebab orang penting tersebut menyukai hal-hal yang demikian.
Moga-moga setelah kita melakukan semua hal tersebut maka orang penting tersebut menjadi senang, puas, dan tentu saja beliau siap memenuhi permohonan kita.
Sekarang apakah yang telah kita perbuat di dalam meraih ridho Allah SWT? Bukankan kita pahami sesungguhnya bahwa yang Maha Penting dalam kehidupan kita adalah Allah yang Maha Rahim.
Justru mengapa sebagian manusia ini tidak berupaya mengagungkan Allah SWT sesuai dengan keagungan-Nya. Mengapa kita tidak berupaya melakukan hal-hal yang mengundang senyuman Allah SWT? Padahal kita tahu bahwa kita bergantung sepenuhnya terhadap jawaban Allah SWT terhadap permohonan yang kita panjatkan. Mengapa kita justru melakukan hal-hal yang mengundang kemurkaan-Nya?
Moga-moga setelah kita melakukan semua hal tersebut maka orang penting tersebut menjadi senang, puas, dan tentu saja beliau siap memenuhi permohonan kita.
Sekarang apakah yang telah kita perbuat di dalam meraih ridho Allah SWT? Bukankan kita pahami sesungguhnya bahwa yang Maha Penting dalam kehidupan kita adalah Allah yang Maha Rahim.
Justru mengapa sebagian manusia ini tidak berupaya mengagungkan Allah SWT sesuai dengan keagungan-Nya. Mengapa kita tidak berupaya melakukan hal-hal yang mengundang senyuman Allah SWT? Padahal kita tahu bahwa kita bergantung sepenuhnya terhadap jawaban Allah SWT terhadap permohonan yang kita panjatkan. Mengapa kita justru melakukan hal-hal yang mengundang kemurkaan-Nya?
Langganan:
Postingan (Atom)