Beberapa waktu lalu saya pulang dari kantor dengan berkenderaan motor sekitar pukul 16.00 sore. Waktu itu hujan sedang turun dan saya tidak membawa baju hujan. Jadi saya berhenti di depan ruko salah satu kenalan saya. Ada beberapa orang yang juga berhenti untuk bernaungg di situ. Tidak beberapa lama kemudian tuan rumah melihat saya. Dia langsung memanggil saya masuk ke dalam rumahnya. Sayapun masuk untuk melaksanakan shalat Ashar. Lalu duduk sejenak istirahat sambil menunggu hujan reda. Sementara saya istirahat tuan rumah menyediakan saya kue kue dan secangkir the hangat. Saya berfikir mengapa tuan rumah memanggil saya ke dalam rumahnya dan menyuguhkan saya hidangan setelah shalat?
Salah satu jawaban saya ketahui karena saya mengenal tuan rumah dan dia pun mengenal saya. Bahkan saya memiliki hubungan baik dengan dia. Dia adalah adalah salah satu ikhwan dalam pergerakan da’wah Islam.
Demikianlah halnya kalau kita kenal baik dan memiliki hubungan baik dengan seseorang, kita akan mendapatkan bantuan dan kemudahan ketika kita membutuhkan bantuan darinya.
Sekarang kebutuhan apa yang lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan memperoleh keselamatan dan kesenangan di akhirat nanti? Di sanalah sesungguhnya hakikat kesengsaraan bagi orang yang tidak selamat dan hakikat kenikmatan bagi orang yang selamat.
Alangkah beruntungnya orang yang kenal baik dan memiliki hubungan dekat dengan Allah SWT. yang hanya Dia pemilik dan Penguasa Tunggal negeri akhirat. Apakah kita telah kenal dan memliki hubungan baik dengan Nya?
Tidakkah kamu berfikir, tidakkah kamu berakal ? Demikianlah kita sering baca dalam al qur`an tentang pentingnya berfikir itu. Dalam istilah lain berfikir sama dengan logika. Di sini kita diajak untuk berfikir runtut untuk mencapai kebenaran. Blog ini dibuat bagi mereka yang membutuhkan pencerahan dalam berfikir untuk meraih kejernihan fikiran dalam memandang hidup ini dengan cara berbeda.
Selasa, 15 Februari 2011
Memenuhi Panggilan
Jika seorang hamba sahaya dipanggil menghadap oleh tuannya, maka dia harus segera datang memenuhi panggilan itu. Suka atau tidak suka dia wajib memenuhi kehendak tuannya karena dia adalah hamba sahaya. Dia dipandang sebagai orang yang tidak taat manakala dia tidak memenuhi panggilan itu. Dia akan mendapat hukuman bila tidak memenuhi panggilan itu dan sebaliknya dia akan mendapat hadiah manakala dia memenuhinya.
Lebih lebih lagi bila hamba sahaya memahami bahwa tuannya itu adalah orang yang suka memberi hadiah menarik manakala panggilannya dipenuni. Demikian pula dia mengetahui bahwa tuannya itu sangat sayang kepadanya, oleh karena tidak ada alasan untuk tidak memenuhi panggilan itu.
Kita ini manusia adalah ciptaan dan sekaligus hamba dari Allah yang Maha Penyayang. Dialah Allah SWT dengan kasih sayangnya telah menyediakan segala kebutuhan hidup kita. Dialah Allah SWT telah menundukkan lagi dan bumi beserta apa yang ada di dalamnya untuk manusia.
Itulah Allah yang Maha Perkasa Tuhan seluruh makhluk di alam raya ini yang senantiasa memanggil kita dengan penuh cinta kasih agar kita mau mendekat kepada Nya, agar kita mau minta segala keperluan kita kepada Nya, dan agar kita mau menjauhi rayuan syetan dan nafsu yang menjerumuskan kita ke dalam kebinasaan selama lamanaya.
Betapa beruntungnya orang orang yang berakal sehat, yaitu orang yang dengan tulus ikhlas memenuhi panggilan cinta Allah SWT.
Lebih lebih lagi bila hamba sahaya memahami bahwa tuannya itu adalah orang yang suka memberi hadiah menarik manakala panggilannya dipenuni. Demikian pula dia mengetahui bahwa tuannya itu sangat sayang kepadanya, oleh karena tidak ada alasan untuk tidak memenuhi panggilan itu.
Kita ini manusia adalah ciptaan dan sekaligus hamba dari Allah yang Maha Penyayang. Dialah Allah SWT dengan kasih sayangnya telah menyediakan segala kebutuhan hidup kita. Dialah Allah SWT telah menundukkan lagi dan bumi beserta apa yang ada di dalamnya untuk manusia.
Itulah Allah yang Maha Perkasa Tuhan seluruh makhluk di alam raya ini yang senantiasa memanggil kita dengan penuh cinta kasih agar kita mau mendekat kepada Nya, agar kita mau minta segala keperluan kita kepada Nya, dan agar kita mau menjauhi rayuan syetan dan nafsu yang menjerumuskan kita ke dalam kebinasaan selama lamanaya.
Betapa beruntungnya orang orang yang berakal sehat, yaitu orang yang dengan tulus ikhlas memenuhi panggilan cinta Allah SWT.
Bila Saya Sakit
Beberapa kali saya mengalami yang namanya sakit. Sering-sering kalau saya sakit saya pergi ke dokter untuk berobat. Demikian pula selanjutnya ketika anak saya sakit maka biasanya segera istri saya membawa anak saya ke puskesmas atau rumah sakit untuk berobat kepada dokter.
Apa yang saya lakukan nyatanya dilakukan pula oleh hampir seluruh manusia di dunia bilamana mereka sakit. Saya yakin andapun akan melakukan itu bilamana mengalami sakit.
Saya dan anda lakukan itu karena kita mengenal dan percaya kepada dokter bahwa ia sanggup mengobati kita.
Sama halnya bila kita mengenal dan yakin bahwa Allah SWT sanggup menyelesaikan seluruh masalah kita maka setipa kali kita menjumpai masalah maka kita akan adukan masalah itu kepada Allah SWT. Sebagaimana halnya apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Nabi Ibrahim :
: (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,
dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
Apa yang saya lakukan nyatanya dilakukan pula oleh hampir seluruh manusia di dunia bilamana mereka sakit. Saya yakin andapun akan melakukan itu bilamana mengalami sakit.
Saya dan anda lakukan itu karena kita mengenal dan percaya kepada dokter bahwa ia sanggup mengobati kita.
Sama halnya bila kita mengenal dan yakin bahwa Allah SWT sanggup menyelesaikan seluruh masalah kita maka setipa kali kita menjumpai masalah maka kita akan adukan masalah itu kepada Allah SWT. Sebagaimana halnya apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Nabi Ibrahim :
: (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,
dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
Ketika Telpon dari Presiden tak Kenal Tunda
Telepon dari Presiden SBY memang sakti. Tak mengenal tunda. Kesaktian telepon orang nomor 1 di Indonesia tersebut terjadi saat pelantikan bupati dan wakil bupati Wonogiri terpilih, Danar Rahmanto dan Yudi Handoko, Senin, 1 November 2010. Gubernur Jateng Bibit Waluyo yang sedang memberikan sambutan resmi di atas panggung tak “berkutik”.
“Mohon maaf, Pak Presiden menelpon,” kata Bibit Waluyo kelabakan di tengah asyiknya memberikan asyiknya memberikan wejangan untuk bupati baru.
Beberapa kali terdengar mantan panglima Kodam IV Diponegoro tersebut mengucapkan kata ya dan siap.
Telopon yang tidak kenal tunda itu, idealnya telopen itu kenal tunda, Apalagi, di tengah proses pelantikan pejabat negara.
Setelah menutup telpon Pak Gubernur kembali ke atas podium kemudian mengatakan “maaf, tadi yang nelepon yang punya negara. Jadi, tidak bisa ditunda. Kalau dari yang lain bisa saya tunda untuk acara ini. Karena yang menelpon presiden, acara ini yang saya tunda,” kata Bibit yang disambut tawa seribuan tamu undangan.
Mari kita renungkan bagaimanakah sikap sehari-hari ketika sedang melakukan sesuatu tiba-tiba datang panggilan dari Yang Maha Raja, Yang Memiliki seluruh semesta alam, termasuk nyawa yang bersemayam di dalam tubuh ini yang ciptaan_Nya juga. Apakah juga kita akan menunda pekerjaan kita sementara demi untuk menerima panggilan Allah SWT yang amat seharusnya tidak bisa ditunda lagi? Nyatanya sering kita menunda menjawab panggilan Allah SWT demi meneruskan dulu pekerjaan kita. Sementara itu pekerjaan kita itu akan sia-sia pula sekiranya Allah Yang Maha Gaib berkehendak menggagalkan pekerjaan itu.
Oleh karena itu masihkah kita menunda waktu shalat ketika suara adzan dikumandangkan?
“Mohon maaf, Pak Presiden menelpon,” kata Bibit Waluyo kelabakan di tengah asyiknya memberikan asyiknya memberikan wejangan untuk bupati baru.
Beberapa kali terdengar mantan panglima Kodam IV Diponegoro tersebut mengucapkan kata ya dan siap.
Telopon yang tidak kenal tunda itu, idealnya telopen itu kenal tunda, Apalagi, di tengah proses pelantikan pejabat negara.
Setelah menutup telpon Pak Gubernur kembali ke atas podium kemudian mengatakan “maaf, tadi yang nelepon yang punya negara. Jadi, tidak bisa ditunda. Kalau dari yang lain bisa saya tunda untuk acara ini. Karena yang menelpon presiden, acara ini yang saya tunda,” kata Bibit yang disambut tawa seribuan tamu undangan.
Mari kita renungkan bagaimanakah sikap sehari-hari ketika sedang melakukan sesuatu tiba-tiba datang panggilan dari Yang Maha Raja, Yang Memiliki seluruh semesta alam, termasuk nyawa yang bersemayam di dalam tubuh ini yang ciptaan_Nya juga. Apakah juga kita akan menunda pekerjaan kita sementara demi untuk menerima panggilan Allah SWT yang amat seharusnya tidak bisa ditunda lagi? Nyatanya sering kita menunda menjawab panggilan Allah SWT demi meneruskan dulu pekerjaan kita. Sementara itu pekerjaan kita itu akan sia-sia pula sekiranya Allah Yang Maha Gaib berkehendak menggagalkan pekerjaan itu.
Oleh karena itu masihkah kita menunda waktu shalat ketika suara adzan dikumandangkan?
Menjamu Orang Penting
Di dalam kehidupan sosial, kita sering kedatangan orang-orang yang dianggap penting. Ketika orang tersebut datang maka kita berusaha menyenangkan hatinya, memuliakannya, dan meraih perkenaannya. Adapun caranya antaralain kita pelajari kesukaan dan pantangannya. Kita usahakan penuhi kesukaannya dan menjauhi pantangannya. Kita siapkan kue barongko, bersihkan dan perindah tempat kita, dan rapikan semua yang ada dalam ruangan sebab orang penting tersebut menyukai hal-hal yang demikian.
Moga-moga setelah kita melakukan semua hal tersebut maka orang penting tersebut menjadi senang, puas, dan tentu saja beliau siap memenuhi permohonan kita.
Sekarang apakah yang telah kita perbuat di dalam meraih ridho Allah SWT? Bukankan kita pahami sesungguhnya bahwa yang Maha Penting dalam kehidupan kita adalah Allah yang Maha Rahim.
Justru mengapa sebagian manusia ini tidak berupaya mengagungkan Allah SWT sesuai dengan keagungan-Nya. Mengapa kita tidak berupaya melakukan hal-hal yang mengundang senyuman Allah SWT? Padahal kita tahu bahwa kita bergantung sepenuhnya terhadap jawaban Allah SWT terhadap permohonan yang kita panjatkan. Mengapa kita justru melakukan hal-hal yang mengundang kemurkaan-Nya?
Moga-moga setelah kita melakukan semua hal tersebut maka orang penting tersebut menjadi senang, puas, dan tentu saja beliau siap memenuhi permohonan kita.
Sekarang apakah yang telah kita perbuat di dalam meraih ridho Allah SWT? Bukankan kita pahami sesungguhnya bahwa yang Maha Penting dalam kehidupan kita adalah Allah yang Maha Rahim.
Justru mengapa sebagian manusia ini tidak berupaya mengagungkan Allah SWT sesuai dengan keagungan-Nya. Mengapa kita tidak berupaya melakukan hal-hal yang mengundang senyuman Allah SWT? Padahal kita tahu bahwa kita bergantung sepenuhnya terhadap jawaban Allah SWT terhadap permohonan yang kita panjatkan. Mengapa kita justru melakukan hal-hal yang mengundang kemurkaan-Nya?
Jumat, 05 November 2010
Harga Diri
Umi Rayhan
Kalau ada seseorang mengatakan kepada anda bahwa anda seorang pembohong, maka bagaimanaa perasaan anda? Malu, marah, sedih, jengkel, dan berbagai perasaan lainnya yang menandakan bahwa harga diri anda sedang terusik. Meskipun sebenarnya orang yang mengatai anda itu ada benarnya. Asbabnya siapakah diantara kita yang tidak pernah berbohong dalam perjalanan hidup kita ini.
Mengapa harga diri kita terusik ? Sebabnya naluri manusia tidak mau dicela meskipun perbuatannya tercela. Dikatakan sebagai seorang pembohong adalah celaan yang sangat memalukan karena sifat ini amat jelek dan tidak disukai oleh manusia. Meskipun Nabi Muhammad SAW sudah peringatkan kita bahwa : "Akan datang suatu masa di mana orang pembohong dipercaya dan orang jujur di dustakan (HR. Tirimizi)
Kalau sesama manusia saja yang mengataki anda pembohong, anda dan saya sudah merasa terusik harga dirinya, maka renungkanlah sedari sekarang bagaimana nanti pada hari akhirat yang mengatai anda pembohong adalah Allah SWT, Allah yang Maha Mujur, Maha Pengampun, dan Maha keras Siksanya. Mau ke mana anda menyembunyikan wajahnya saat itu. Di hadapan anak, istri, keluarga, seluruh umat manusia, para malaikat, para nabi, syuhada, siddiqin, orang shaleh, dan seluruh makhluk lainnya menyaksikan bahwa memang anda seorang pembohong yang dikatakan sendiri oleh tangan kita dan saksinya adalah kaki dan seluruh jejak-jejak tapak kaki anda.
Oleh karena itu sebelum terlambat marilah bersama-sama berjihad binafsi menjadi orang jujur. Meskipun menjadi orang jujur sulit dan dikhianati orang tetapi manis dan nelegakan batin dunia dan akhirat, insya Allah
Kalau ada seseorang mengatakan kepada anda bahwa anda seorang pembohong, maka bagaimanaa perasaan anda? Malu, marah, sedih, jengkel, dan berbagai perasaan lainnya yang menandakan bahwa harga diri anda sedang terusik. Meskipun sebenarnya orang yang mengatai anda itu ada benarnya. Asbabnya siapakah diantara kita yang tidak pernah berbohong dalam perjalanan hidup kita ini.
Mengapa harga diri kita terusik ? Sebabnya naluri manusia tidak mau dicela meskipun perbuatannya tercela. Dikatakan sebagai seorang pembohong adalah celaan yang sangat memalukan karena sifat ini amat jelek dan tidak disukai oleh manusia. Meskipun Nabi Muhammad SAW sudah peringatkan kita bahwa : "Akan datang suatu masa di mana orang pembohong dipercaya dan orang jujur di dustakan (HR. Tirimizi)
Kalau sesama manusia saja yang mengataki anda pembohong, anda dan saya sudah merasa terusik harga dirinya, maka renungkanlah sedari sekarang bagaimana nanti pada hari akhirat yang mengatai anda pembohong adalah Allah SWT, Allah yang Maha Mujur, Maha Pengampun, dan Maha keras Siksanya. Mau ke mana anda menyembunyikan wajahnya saat itu. Di hadapan anak, istri, keluarga, seluruh umat manusia, para malaikat, para nabi, syuhada, siddiqin, orang shaleh, dan seluruh makhluk lainnya menyaksikan bahwa memang anda seorang pembohong yang dikatakan sendiri oleh tangan kita dan saksinya adalah kaki dan seluruh jejak-jejak tapak kaki anda.
Oleh karena itu sebelum terlambat marilah bersama-sama berjihad binafsi menjadi orang jujur. Meskipun menjadi orang jujur sulit dan dikhianati orang tetapi manis dan nelegakan batin dunia dan akhirat, insya Allah
Sabtu, 16 Oktober 2010
oleh-oleh
pada umumnya kita kalau pulang dari merantau maka ketika sampai ke kampung halaman maka keluarga berdatangan ke rumah kita. Keluarga dan kerabar bertanya beragai banyak hal. Disamping itu ada satu hal yang tidak kita lupakan yaitu oleh-oleh. Keluarga senang kalau ada oleh-oleh kita berikan padanya. Yang terpenting pula adalah kita sendiri ada oleh oleh untuk pribadi kita untuk pakai hiduup di kampung sendiri untuk waktu yang lama.
Oleh oleh itu dapat berupa uang untuk membangun rumah, membuka usaha, dan tentu saja membeli perlengkapan lainnya. Tanpa oleh oleh yang berupa ung itu maka kita akan hidup susah.
sekarang apakah kita tidak ingat bahwa kita sesunggguhnya adalah penduduk kampung akhirat yang sementara merantua di dunia ini. Satu saat nanti pasti kita akan kembali ke kampung kita sesungguhnya yakni akhirat. Oleh karena sebagai manusia yanc bijak dan cerdas sebaiknya mumpung masih di dunia alangkah baiknya kalau kita mengumpulkan sebanyak-banyanya oleh oleh untuk menjadi bekal hidup kelak di akhirat. Oleh-oleh yang paling berharga itu adalah ampunan, rahmat, dan ridho Allah SWT. Inilah oleh-oleh yang terpenting untuk kita siapkan. Untuk memperoleh itu maka kita perlu membayarnya dengan iman, amal shaleh, jihad, da'wah, dan sabar.
Semoga saja kita termasuk menjadi perantau yang sukese, amin
Oleh oleh itu dapat berupa uang untuk membangun rumah, membuka usaha, dan tentu saja membeli perlengkapan lainnya. Tanpa oleh oleh yang berupa ung itu maka kita akan hidup susah.
sekarang apakah kita tidak ingat bahwa kita sesunggguhnya adalah penduduk kampung akhirat yang sementara merantua di dunia ini. Satu saat nanti pasti kita akan kembali ke kampung kita sesungguhnya yakni akhirat. Oleh karena sebagai manusia yanc bijak dan cerdas sebaiknya mumpung masih di dunia alangkah baiknya kalau kita mengumpulkan sebanyak-banyanya oleh oleh untuk menjadi bekal hidup kelak di akhirat. Oleh-oleh yang paling berharga itu adalah ampunan, rahmat, dan ridho Allah SWT. Inilah oleh-oleh yang terpenting untuk kita siapkan. Untuk memperoleh itu maka kita perlu membayarnya dengan iman, amal shaleh, jihad, da'wah, dan sabar.
Semoga saja kita termasuk menjadi perantau yang sukese, amin
Langganan:
Postingan (Atom)